Janji Denny Siregar Mundur dari Relawan Jokowi

Politik   Minggu, 17 Juni 2018 | 16:05 WIB

Janji Denny Siregar Mundur dari Relawan Jokowi - Kantorberitapemilu.com

Jokowi/Net

KBPRI. Janji atau komitmen harus ditepati. Apalagi janji itu sudah diumbar lewat media sosial sehingga mudah dilacak dan tak mungkin diingkari.

Itulah gambaran soal apa yang terjadi pada aktivis media sosial, Denny Siregar. Ia sedang dicecar untuk menepati sebuah janji.

Awalnya, akhir April lalu, Denny mengomentari artikel dari media online via akun Twitter (@Dennysiregar7).

Artikel berita yang ditanggapi Denny berisi pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko terkait kemungkinan Presiden Joko Widodo mencabut status tersangka Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Isu tersebut mencuat setelah Jokowi bertemu dengan Tim 11 Alumni 212 pada Minggu 22 April 2018 di Istana Bogor.

Terkesan kecewa dengan pernyataan Moeldoko, Denny sesumbar dengan nada mengancam.

"Presiden @jokowi dan bapak @Dr_Moeldoko yang terhormat, statemen ini akan membuat kelompok mereka menjadi besar kepala. Dan jika pencabutan itu benar terjadi, saya yang pertama akan mengundurkan diri dari pendukung dan mencabut hak saya untuk memilih.." ungkap Denny.

Kini, pencabutan status tersangka Rizieq benar-benar terjadi. Mabes Polri membenarkan bahwa kepolisian sudah menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) atas kasus dugaan pornografi Rizieq.

Kini, Denny yang dikenal sebagai pendukung rezim Jokowi mendapat banyak tagihan untuk menunaikan ancamannya ke Jokowi dan Moeldoko. Potongan gambar dari status Twitter-nya tadi dibagikan berulang kali di jejaring sosial.

Netizen penghuni dunia maya pun menyerbunya dengan sarkasme dan ejekan.

"Den. SP3 HRZ udah keluar tuh.. ane saranin, jauh-jauh dari racun, pisau..Gw takut lu khilaf den. Kasian bong200 gak ada yang bisa mereka banggain lagi ntar," tulis pengguna akun @Iq200Sekolam.

"Mana Janjimu mau mengundurkan diri dari ProJo..?? Tutup akun sekalian.. kami tunggu sikap Gentle mu.." cuit @BenRinowo.

"Yup, SOP atau jurus pamungkas (logical fallacy), dikeluarkan kubu sebelah blmn sdh kalah argumentasi beserta data/faktanya.. selalu cari pembenaran atau memanfaatkan celah utk menyela.. sulit dipegang kata2/konsistensinya," ucap @galaksicomputer, seperti diberitakan RMOL. [wah]


Komentar Pembaca