Momentum Lebaran Cairkan Suhu Politik yang Memanas

Politik   Minggu, 17 Juni 2018 | 19:58 WIB | LAPORAN: Wahyu Sabda Kuncahyo

Momentum Lebaran Cairkan Suhu Politik yang Memanas - Kantorberitapemilu.com

Foto/Net

KBPRI. Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai karakteristik saling memaafkan dalam momentum Lebaran harus digunakan para pemimpin dan elite untuk meredam suhu politik yang mulai memanas. Selain juga sebagai upaya mencegah perpecahan bangsa.

Hal itu dikatakannya saat menyambangi Panglima TNI Hadi Tjahjanto di kediaman pribadi, Perumahan Araya, Malang, Jawa Timur, Minggu (17/6).

Menurut Bambang, Hari Raya Idul Fitri kali ini terkesan lebih istimewa karena bertepatan dengan tahun politik. Momentum silaturahmi antar pemimpin negara sangat diperlukan untuk mencairkan suhu politik menjelang pelaksanaan Pilkada 2018, dan Pemilu 2019.

"Silaturahmi bersama sanak saudara, kolega serta masyarakat untuk saling bermaafan pada Hari Raya Idul Fitri merupakan ciri khas umat muslim di Indonesia. Karakteristik itulah yang harus digunakan para pemimpin nasional dan para elite politik untuk meredam suhu politik yang mulai memanas," jelasnya.

Politisi Partai Golkar itu yakin bahwa silaturahmi dapat menjadi sarana mendamaikan hati, mengurangi tensi salah paham serta memperbaiki komunikasi. Tradisi silaturahmi juga bisa dijadikan para politisi sebagai pembangunan modal sosial untuk mengembangkan jaringan politik.

"Saya mengapresiasi para pejabat yang mengadakan open house di Hari Lebaran. Momen tersebut mampu menyatukan antar kader, antar partai politik serta lintas agama. Banyak kader parpol yang dalam keseharian kerap berseberangan namun saat open house semua larut dalam suasana keakraban dan saling memaafkan," papar Bambang.

Bagi mantan ketua Komisi III DPR tersebut, Lebaran bukan semata hari raya umat Islam. Penganut agama lain pun turut suka cita dalam merayakannya.

"Tidak berlebihan jika saya katakan Lebaran tidak hanya dirayakan umat Islam saja. Umat agama lain pun larut berkumpul bersama untuk bersilaturahmi. Lebaran juga bisa disebut sebagai semacam simbol simbiose agama dan budaya yang mampu menjadi pemersatu manusia dari berbagai etnis, suku, bahasa hingga bangsa," jelas Bambang.

Bambang didampingi anggota Komisi III Ahmad Sahroni disambut hangat panglima TNI beserta istri dan keluarga. Hadir juga dalam silaturahmi tersebut Pangdam Brawijaya Mayjen TNI Arief Rachman dan Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin.

"Idul Fitri merupakan momen untuk saling memaafkan serta mempererat persatuan bangsa. Hari ini bertepatan saya ada acara di Malang maka sekalian saya sempatkan berkunjung ke rumah pribadi panglima TNI. Selain silaturahmi, saya harapkan kunjungan ini akan makin memperkuat hubungan kerja antara lembaga negara, khususnya DPR dan TNI," demikian Bambang. [wah]


Komentar Pembaca