Menteri Siti Patroli Sampah di Jalur Mudik

Nasional   Senin, 18 Juni 2018 | 12:11 WIB | LAPORAN: Hendry Ginting

Menteri Siti Patroli Sampah di Jalur Mudik - Kantorberitapemilu.com

Menteri Siti/net

KBPRI. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus berupaya melakukan
edukasi pemudik terutama yang menggunakan jalur darat untuk ramah lingkungan.

Edukasi dilakukan dengan melibatkan Pemda, Jasa Marga, dan Polres melakukan patroli sampah di
sepanjang jalur mudik.

"Tujuan edukasi mengajak masyarakat ikut mengelola sampah secara benar. Polanya tim
KLHK bersama tim Jasa Marga/jasa marga properti, serta tim Dinas LH bersama-sama dalam
patroli di jalur mudik," kata  Menteri LHK Siti Nurbaya, Senin (18/6).

Untuk itu, pihaknya telah menugaskan Direktur Jenderal Pengolahan Sampah Limbah dan Bahan Beracun
Berbahaya (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, mengawal langsung langkah ini di
lapangan. Rapat-rapat dengan Polres, Dinas LH dan Jasa Marga dilaksanakan.\

Beberapa catatan telah diberikan setelah Menteri Siti langsung melakukan peninjauan ke
beberapa rest area jalan tol Jakarta-Cikampek pada H-2 Idul Fitri lalu.


"Koordinasi terus dilakukan Dirjen dan Direktur. Patroli sampah bersama akan dilaksanakan
pada tempat-tempat rest area dan juga sepanjang jalan tol pada lokasi-lokasi spontan
tempat masyarakat berhenti dan istirahat," kata Menteri Siti.

Pola ini nantinya terus dilakukan secara konsisten, dengan harapan perlahan bisa
membentuk budaya bersih di kalangan masyarakat. Terlebih lagi pemerintah butuh
dukungan serius untuk mewujudkan target ambisius Indonesia bebas sampah 2020.
Kesadaran dan upaya 3R (Reduce, reuse, recycle atau pembatasan, guna ulang, dan daur
ulang) patut ditingkatkan di masyarakat. Hal ini penting sekali untuk bisa merefleksikan
bahwa kita bisa punya budaya yang lebih baik, budaya bersih dan sehat.

Di sisi lain, juga cukup mengkhawatirkan, saat ini komposisi sampah plastik di Indonesia
sekitar 16 persen dari total timbulan sampah secara nasional. Sementara komposisi sampah
plastik di kota-kota besar seperti Jakarta, sekitar 17 persen. Sumber utama sampah plastik
berasal dari kemasan (packaging) makanan dan minuman, kemasan consumer goods,
kantong belanja, serta pembungkus barang lainnya.

"Pemerintah tidak bisa sendirian mengatasi sampah. Kita semua harus bergerak bersama.
Saya sangat bersyukur sekarang sudah muncul banyak inisiatif dan kreatifitas Pemda serta
komunitas masyarakat dalam mengatasi sampah," kata Menteri Siti.

Ia juga telah meminta pada Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR dan
Kementerian BUMN untuk memasukkan parameter pengendalian sampah di tempat-tempat
tertentu. Datanya akan diambil dan akan dianalisis bersama untuk menetapkan kebijakan
yang tepat agar masyarakat semakin mendukung perubahan perilaku mengurangi
penggunaan plastik.

Sosialisasi juga terus dilakukan dengan cara mengajak masyarakat memakai peralatan
makan dan minum yang dapat dipakai ulang, menghindari pemakaian wadah plastik sekali
pakai seperti kantong plastik, juga membatasi mengkonsumsi makanan dan minuman
berkemasan plastik.

KLHK juga telah menerbitkan Surat Edaran kepada para Gubernur, Bupati, dan Walikota
untuk ikut melaksanakan mudik tanpa sampah dengan melaksanakan kampanye dan
edukasi kepada masyarakat, menyediakan sarana pengelolaan sampah yang memadai
seperti tempat sampah terpilah di fasilitas publik, menyelenggarakan penanganan sampah
di jalur mudik dan daerah penyangganya, serta menyediakan unit khusus pengelolaan
sampah di lapangan.

KLHK akan terus memperkuat regulasi terkait pengelolaan sampah plastik. Seperti
pengurangan kantong belanja plastik di sektor ritel, Peta jalan (Road Map) pengurangan
sampah oleh produsen dan pelaku usaha, serta rencana aksi terpadu penanganan sampah
plastik di laut. [dry]


Komentar Pembaca