PILPRES 2019

Hebring Euy Kalau Prabowo-Anies Vs Jokowi-Puan

Analisis   Senin, 18 Juni 2018 | 13:22 WIB | LAPORAN: Hendry Ginting

Hebring Euy Kalau Prabowo-Anies Vs Jokowi-Puan  - Kantorberitapemilu.com

Puan Maharani-Jokowi/net

KBPRI. Diprediksikan hanya ada dua bakal Capres RI yang potensial berkompetisi di Pilpres mendatang, yakni Prabowo Subianto dari oposisi kerakyatan dan Joko Widodo sebagai petahana.

Itu dikatakan jurubicara Jaringan '98, Ricky Tamba, seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL,  Senin (18/6).

"Publik menunggu siapakah yang akan menjadi Cawapresnya Prabowo dan Jokowi. Pemilihan tokoh yang digandeng berpengaruh ke kepastian partai pengusung. Selain itu, akan membuat rakyat mengerti lebih awal tentang karakteristik kepemimpinan dan pertarungan gagasan dari pasangan yang dimajukan," terang Ritam, sapaan akrabnya.

Menurut dia, bila saja Prabowo Subianto menggandeng Anies Baswedan,akan menjadi sebuah perpaduan yang menarik bagi rakyat. Figur Prabowo yang sangat populis dan nasionalis patriotik, bersanding dengan sosok Anies yang santun, intelektual dan memiliki rekam jejak sebagai aktivis mahasiswa. Beberapa partai selain Gerindra diprediksi akan tertarik turut mengusung. Selain berkarakter, rencana regenerasi kepemimpinan nasional akan berlangsung sesuai sikap yang telah dilontarkan Prabowo di beberapa kesempatan.

Di sisi lain, walau sudah ada puluhan tokoh nasional yang memiliki keinginan dilamar, petahana Joko Widodo sebaiknya memperhitungkan figur muda Puan Maharani yang baru berusia 45 tahun sebagai cawapresnya. Selain faktor kepastian partai pengusung yakni PDI Perjuangan, jumlah basis massa hampir 24 juta pemilih solid di Pileg 2014 menjadi variabel penting dalam kontestasi elektoral.

Citra Jokowi yang jujur, sederhana dan merakyat akan mudah disosialisasikan all out melalui struktur konkret PDIP yang ada hingga seluruh perdesaan se-Indonesia, yang telah terbukti dan teruji menghantarkan Jokowi ke kursi kepresidenan.

"Menarik bila 2019 Prabowo-Anies versus Jokowi-Puan. Kami yakin tingkat partisipasi pemilih akan meningkat dan politik elektoral menghasilkan kepemimpinan yang legitimasinya kuat dan berkarakter," ungkapnya.
Ia berharap, proses regenerasi dapat berjalan alamiah serta Pemilu 2019 akan berlangsung jujur, adil dan damai.

"Jauhi segala upaya kecurangan, manipulasi data dan penyalahgunaan kewenangan yang dapat menciderai semangat demokrasi. Kalah legawa, menang tak jumawa," pungkas Ricky Tamba. [dry]


Komentar Pembaca

Pilih Pemimpin Sumut yang Mau Bekerja untuk..

Kamis, 21 Juni 2018 | 16:26

KUHAP Baru Jangan Sampai Bunuh KPK..

Kamis, 21 Juni 2018 | 12:11

Iwan Bule Pj Gubernur, Paslon Hasanah Gugur..

Selasa, 19 Juni 2018 | 23:58

Menakar Kandidat Ideal Cawapres Jokowi di P..

Selasa, 19 Juni 2018 | 23:53

Rizal Ramli dan 100 Orang Paling Brengsek d..

Selasa, 19 Juni 2018 | 17:11

Kesalahan Besar Anies-Sandi..

Selasa, 19 Juni 2018 | 14:29