PPP: Lulung Tidak Gentle Akui Kekalahan

Politik   Selasa, 19 Juni 2018 | 15:47 WIB | LAPORAN: Wahyu Sabda Kuncahyo

PPP: Lulung Tidak Gentle Akui Kekalahan - Kantorberitapemilu.com

PPP/Net

KBPRI. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengaku menghormati keputusan politisi seniornya Abraham Lunggana pindah ke Partai Amanat Nasional (PAN).

"Jadi, ya kita hormati saja pilihan Lulung jika memang harus pindah partai karena kami sudah berusaha untuk melakukan pendekatan politik. Dan perlu diingat bahwa Lulung menjadi pimpinan DPRD lewat PPP maka jika berjiwa ksatria hendaknya mengundurkan diri, tidak berkoar-koar menggunakan fasilitas pimpinan DPRD yang didapat melalui PPP," jelas Ketua DPW PPP DKI Jakarta Abdul Azis kepada wartawan, Selasa (19/6).

Abdul Azis mengatakan, Lulung tidak lagi menjabat ketua DPW PPP DKI bukan karena proses pilkada, melainkan memang hasil Muswil PPP DKI yang menetapkan dirinya sebagai ketua.

"Sedari awal Lulung merupakan loyalis Djan Faridz yang melawan Pak Rommy. Kemudian ketika Pak Rommy menang secara hukum dan politik, dia minta tetap dijadikan ketua DPW," ujarnya.

Hal tersebut membuat pendukung Rommy keberatan. Lulung pun dianggap sudah kalah.

"Selaku politisi, Lulung tidak gentle mengakui kekalahan dalam proses politik. Hanya nunggu durian runtuh saja," beber Abdul Azis.

Dia memastikan bahwa DPP PPP sudah sering mengalah dan menawarkan kompensasi kepada Lulung, termasuk untuk tidak diganti dari jabatan wakil ketua DPRD DKI, dan dijadikan salah satu pengurus harian DPP.

"Untuk saat ini, kalau jabatan ketua DPW tak bisa dipenuhi karena itu tidak mungkin, baik secara politik maupun etika," ujar Abdul Azis.

Menurutnya, yang melakukan pemecatan terhadap Lulung adalah pengurus DPP kubu Djan Faridz yang memang mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Pilkada DKI 2017. Sedangkan DPP PPP hasil muktamar Pondok Gede tidak pernah mengeluarkan keputusan resmi untuk mendukung Ahok.

"Jika Lulung pindah partai sebenarnya juga bukan sesuatu yang baru karena hanya pengulangan sejarah saja. Sebelum masuk PPP, dia pernah maju caleg dari parpol lain pada 2004 dan tidak terpilih. Baru ketika masuk PPP, dia terpilih saat maju caleg pada Pemilu 2009," papar Abdul Azis.

Dia pun menuding alasan Lulung hengkang dari PPP karena partai Kabah dianggap telah meninggalkan umat hanya sebagai pembenaran.

"Itu hanya klaim Lulung saja untuk mencari pembenaran. Terbukti berdasarkan hasil survei, justru PPP yang dinilai dekat dengan umat Islam, termasuk perjuangan di bidang program legislasi di DPR," demikian Abdul Azis. [wah]


Komentar Pembaca