Soal Hoax Gempa, Pemerintah Osaka Salahkan Media Sosial

Internasional   Selasa, 19 Juni 2018 | 23:43 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Soal Hoax Gempa, Pemerintah Osaka Salahkan Media Sosial - Kantorberitapemilu.com

Ilustrasi gempa Jepang/Net

KBPRI. Pemerintah Osaka, Jepang mengimbau masyarakat agar tidak percaya begitu saja dengan berita-berita bohong (hoax) yang menyebar tanpa sumber yang jelas. Termasuk hoax terakit gempa di Osaka berkekuatan 6,1 SR yang menyebabkan tiga orang tewas dan ratusan orang luka-luka.

"Informasi palsu, seperti berita tentang kecelakaan yang tidak pernah terjadi, diunggah dan dibagikan secara luas di media sosial. Sadarilah sumber-sumber dan pastikan apakah informasi itu dapat diandalkan," kata Pemerintah Prefektur Osaka di situsnya seperti dilansir Japan Today, Selasa, (19/6).

Sementara itu, ada sebuah unggahan di Twitter yang meresahkan masyarakat. Disebutkan ada orang asing di Jepang yang akan merampok toko-toko, ada juga yang mengatakan kemungkinan adanya teror.

Selain Twitter yang provokatif tentang orang asing, cuitan lainnya mengunggah berita tentang gangguan kereta api yang tidak pernah terjadi. Masih ada lagi yang mengklaim zebra sedang berkeliaran. Sebuah foto yang melekat diduga telah disalin dari halaman berita online yang terjadi sudah lama sekali.

Namun masyarakat juga mendesak Pemerintah Jepang dan Twitter untuk benar-benar secara transparan mengeliminasi berita-berita yang salah. Contohnya sebuah cuitan yang mengklaim seekor singa telah melarikan diri dari kebun binatang setempat menjadi viral. Seorang pria 20 tahun yang mengunggah cuitan itu kemudian ditangkap karena merusak bisnis kebun binatang. [tsr]


Komentar Pembaca