Pemilu 2019

Menakar Kandidat Ideal Cawapres Jokowi di Pilpres 2019

Analisis   Selasa, 19 Juni 2018 | 23:53 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Menakar Kandidat Ideal Cawapres Jokowi di Pilpres 2019 - Kantorberitapemilu.com

Joko Widodo/Net

KBPRI. Ada beberapa tokoh yang kemungkinan diajukan Joko Widodo (Jokowi) atau Megawati Soekarnoputri sebagai Cawapres ideal. Menurut pengamat politik dari Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago, ada beberapa kemungkinan keduanya bakal menawarkan tokoh pilihan masing-masing.

"Jadi, bisa perkawinan alamiah (pilihan Jokowi), bisa dijodohkan (pilihan Mega)," kata Pangi saat dihubungi wartawan, Selasa (19/6).

Jika Jokowi yang mengajukan calon pendamping, Pangi menduga, mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan memilih calon profesional. Hal itu dilakukan untuk tetap menjaga soliditas partai koalisi atau figur partai dengan elektabilitas tinggi.

Sementara bila Megawati yang menawarkan cawapres, yang muncul kemudian adalah kader PDIP atau figur profesional yang tidak berpotensi merebut kekuasan di Pilpres 2024.

"Karena bagi Pak Jokowi (elektabilitas) itu sangat penting, tidak lagi bicara 2024. Sementara logika partai itu bicara setelah 2024. Karena itu, PDIP tidak mau kalau bukan kader mereka untuk keberlanjutan partai. Kalau panggung cawapres ini diambil oleh orang yang masih terang di 2024 itu membahayakan PDIP," katanya.

"Lalu siapa nama-nama aktornya, itu jadi menarik. Kalau saya melihat nama yang punya peluang adalah TGB Zainul Majdi (Gubernur NTB). Pak Jokowi sedang main mata dengan TGB," sambung dia.

Duet Jokowi-TGB dinilai kombinasi ideal karena perpaduan nasionalis-religius. Dari sisi historis, menurut Pangi, TGB yang menjadi gubernur dua periode memiliki rekam jejak baik.

Selain itu TGB juga memiliki visi-misi yang jelas dan mendapat dukungan luas dari kelompok Islam. "Walaupun TGB juga punya kelemahan. Beliau tidak punya basis suara yang besar karena bukan berasal dari Jawa dan lumbung elektoral di NTB itu kan sedikit," ujarnya.

Secara elektoral, kata Pangi, TGB kalah dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Cak Imin memiliki basis kuat di Pulau Jawa karena merupakan representasi kalangan Nahdliyin. Oleh karena itulah, dia menilai, Cak Imin juga layak diperhitungkan Jokowi.

Sementara itu menyoal calon wakil presiden dari luar parpol, Pangi menyebut nama Chairul Tanjung (CT). Dia berpeluang menjadi pendamping Jokowi.

"Saya pikir CT juga bagus. Beliau tidak ambisius orangnya. Karena, terus terang Pak Jokowi kan enggak suka ada matahari kembar. The Real President. Seperti terjadi di era SBY-JK lalu," jelasnya.

Selain CT, Pangi menilai belum ada calon profesional lain yang berpotensi mendampingi Jokowi di Pilpres. Termasuk nama-nama yang sering disebut memiliki elektabilitas tinggi seperti seperti mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

"Pak Gatot kan nggak punya basis massa. Dan PDIP terancam kehilangan kekuasaan bila mencalonkan dia," katanya.

Namun, jika hanya mempertimbangkan basis massa, menurut Pangi, Jokowi akan lebih diuntungkan jika menggandeng Agus Harimurti Yudhyono ketimbang Gatot. "AHY jelas punya basis, ada delapan persen modal dukungan Partai Demokrat. Gatot nggak punya itu, terutama basis massa partai," pungkasnya. [tsr]


Komentar Pembaca

Pilih Pemimpin Sumut yang Mau Bekerja untuk..

Kamis, 21 Juni 2018 | 16:26

KUHAP Baru Jangan Sampai Bunuh KPK..

Kamis, 21 Juni 2018 | 12:11

Iwan Bule Pj Gubernur, Paslon Hasanah Gugur..

Selasa, 19 Juni 2018 | 23:58

Rizal Ramli dan 100 Orang Paling Brengsek d..

Selasa, 19 Juni 2018 | 17:11

Kesalahan Besar Anies-Sandi..

Selasa, 19 Juni 2018 | 14:29

Demokrat Tegaskan Belum Putuskan Gabung de..

Selasa, 19 Juni 2018 | 13:05