Trump Hentikan Latihan Militer Dengan Korsel Demi Kim Jong Un

Internasional   Selasa, 19 Juni 2018 | 23:59 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Trump Hentikan Latihan Militer Dengan Korsel Demi Kim Jong Un - Kantorberitapemilu.com

Donald Trump dan Kim Jong Un/Net

KBPRI. Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) setuju untuk menangguhkan latihan militer bersama yang sebelumnya dijadwalkan pada Agustus. Hal ini dilakukan menyusul janji Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri War Games setelah pertemuan puncak denga Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong Un.

"Korsel dan AS telah setuju untuk menunda semua kegiatan latihan militer Freedom Guardian yang dijadwalkan Agustus," kata pernyataan Kementerian Pertahanan Korsel dilansir dari Reuters Selasa (19/6).

Pentagon juga mengkonfirmasi bahwa memang benar ada penangguhan. Pentagon juga menambahkan bahwa akan ada pertemuan antara Menteri Pertahanan serta penasihat keamanan nasional Trump mengenai pada minggu ini.

"Konsisten dengan komitmen Presiden Trump dan bersama dengan sekutu Republik Korea kami, militer AS telah menghentikan semua perencanaan untuk War Games bulan Agustus ini," tambah pernyataan itu.

"Kami masih mengoordinasi tindakan lanjutan. Tidak ada keputusan tentang War Games berikutnya," kata Juru Bicara Pentagon, Dana White.

Pentagon jarang menggunakan kata-kata War Games untuk latihan militer bersama dan itu adalah frasa yang lebih sering terlihat di media negara Korut. Tahun lalu, 17.500 orang AS dan lebih dari 50.000 pasukan Korsel berpartisipasi dalam latihan Ulchi Freedom Guardian.

Meskipun latihan ini kebanyakan difokuskan pada simulasi komputer daripada latihan lapangan langsung yang menggunakan senjata, tank atau pesawat terbang. Keputusan untuk menghentikan latihan militer di Korsel telah membingungkan banyak pejabat pertahanan saat ini.

Selain itu, Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan, tidak akan ada perubahan pada rencana pengeboran gabungan antara AS dan Jepang. "AS berada dalam posisi untuk menjaga komitmennya terhadap pertahanan negara sekutunya dan pemahaman kita adalah tidak ada perubahan terhadap komitmen AS terhadap aliansi Jepang-AS dan struktur pasukan Amerika yang ditempatkan di Jepang," kata Suga. [tsr]


Komentar Pembaca