200 Set Kerangka Tentara AS di Korut Segera Dikembalikan

Internasional   Rabu, 20 Juni 2018 | 20:59 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

200 Set Kerangka Tentara AS di Korut Segera Dikembalikan  - Kantorberitapemilu.com

Kerangka tentara/Net

KBPRI. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, sepakat terkait pemulangan kembali kerangka tentara AS ketika bertemu di Singapura pada pekan lalu. Dilansir AFP, Selasa (19/6), pengiriman akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Persiapan terus berlanjut. Pengiriman bisa saja terjadi dalam beberapa hari ke depan," kata seorang pejabat AS secara anonim.

Dalam sebuah pernyataan pada Senin (18/6/2018), Kementerian Pertahanan AS alias Pentagon merilis jumlah pasukan yang dilaporkan hilang selama Perang Korea 1950-1953.

"Pada beberapa kesempatan di masa lalu, para pejabat Korut telah mengindikasikan mereka memiliki sebanyak 200 set sisa jasad yang telah diambil selama bertahun-tahun," demikian pernyataan Pentagon.

"Komitmen yang ditetapkan dalam Pernyataan Bersama antara Presiden Trump dan Ketua Kim akan memulangkan kerangka seperti yang dilakukan pada awal 1990-an," lanjutnya.

Sekitar 1990 hingga 2005, AS memperoleh 229 set kerangka tentara AS dari Korea Utara di bawah perjanjian yang disepakati. Namun, perjanjian itu kemudian ditangguhkan ketika hubungan antara kedua negara memburuk.

Diwartakan CNN, pejabat AS mengungkapkan kemungkinan Gedung Putih akan mengirim utusan langsung ke Pyongyang untuk mengumpulkan kerangka.

Sejauh ini, AS belum mengetahui apakah kerangka pasukan yang bakal dikirim masih memiliki kalung militer, kartu identitas, dan barang pribadi lainnya. Kerangka akan dibawa ke laboratorium militer di Hawaii untuk mencocokan DNA dan identifikasi.

Lebih dari 35.000 pasukan AS gugur di Semenanjung Korea selama Perang Korea, yang berakhir dengan gencatan senjata tanpa perjanjian damai.

Pentagon menganggap, 7.697 pasukan AS masih dinyatakan hilang, termasuk 5.300 yang berada di Korea Utara. Beberapa pasukan itu merupakan pilot yang ditembak jatuh, pasukan darat, dan lainnya diperkirakan tewas di penjara kamp perang. [tsr]


Komentar Pembaca