PEMILU 2019

Nitizen Kepingin Cak Imin dan Romy Keok

Politik   Kamis, 21 Juni 2018 | 10:59 WIB | LAPORAN: Hendry Ginting

 Nitizen Kepingin Cak Imin dan Romy Keok - Kantorberitapemilu.com

Cak Imin dan Romy/net

KBPRI. Perang kata-kata antara Ketum PKB Muhaimin Iskandar dengan Ketum PPP Romahurmuziy tidak kunjung berakhir, malah terus berlanjut.

Awalnya, Imin, sapaan Muhaimin, menyebut ada berita yang berasal dari pelintiran Romy, sapaan Romahurmuziy.  Romy pun membalas dengan memanggil Imin pakai sebutan 'dik' atau sebutan untuk saudara kecil.

"Di sela acara halalbihalal, saya memang ngobrol santai mengajak Dik Imin untuk memastikan dukungan lebih awal ke Jokowi," ujar Romy. Dari sisi usia, Imin sebenarnya lebih tua dari Romy. Imin lahir 24 September 1966. Sedangkan Romy lahir 10 September 1974. Namun, Romy mengklaim, dalam silsilah keluarga, posisi Imin ada di bawahnya dan dia bisa memanggil dik.

Romy bersama Imin memang memiliki silsilah keluarga. Keduanya berasal satu garis keturunan Bani Hasbullah Said. Di Lebaran kemarin, keluarga besar ini menggelar halal bihalal di Jombang, Jawa Timur. Romy dan Imin bertemu pada Minggu (17/6).

Bani Hasbullah Said adalah para anggota keluarga besar dari garis keturunan KH Hasbullah Said, ayah pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Wahab Hasbullah, yang juga pencipta lagu Ya Lal Wathon yang sangat melegenda di kalangan nahdliyin.

Acara halal bihalal itu sebenarnya berlangsung hangat dan penuh keceriaan. Namun, sehari kemudian berubah menjadi perang kata-kata di dunia maya. Diawali dengan pendapat Imin di Twitter yang merespons sebuah berita online dengan menyebut berita pelintiran Romy. Di berita itu, Romy mengajak Imin untuk secara resmi bergabung dengan koalisi Jokowi di Pilpres 2019.

"Judul berita pelintiran Romy ini yang bikin malas berhubungan sama P3. Dalam acara itu, malah Romy bilang kalau ada peluang dengan Gatot (eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo) kabar-kabari ya kalau menarik! Nah lho!!" tulis Imin.

Romy tidak membantah dalam pertemuan itu menyinggung nama Gatot. Namun, bukan berarti dia akan ikutan dalam koalisi tersebut. Kata dia, penyebutan nama Gatot hanya untuk memastikan sikap Imin dan PKB.

"Kemudian saya tanya dia, kalau memang tidak ke Jokowi, memangnya ada peluang Gatot-Imin? Dia bilang, belum jelas. Saya tanya, 'sudah jumpa belum'. Dijawab lagi, belum. Terus saya tutup, 'ya sudah kalau memang nanti ada arah ke sana, saya dikabari'. Kabar itu penting untuk memastikan rembukan final koalisi Jokowi berisikan partai mana sehingga kita bisa mulai rundingan soal cawapres dan lain-lainnya," cerita Romy.

Dia membantah apabila dikatakan memelintir isi pertemuan dengan Imin. Menurutnya, Imin pamit duluan sebelum acara selesai. Makanya, Imin tidak sempat diwawancarai awak media seusai acara.

"Berita ini bukan pelintiran. Ini memang pernyataan saya. Berita itu juga bukan 'buatan Romy' karena memang ada sejumlah media yang hadir di lokasi halal bihalal Bani Hasbullah Sa'id di Jombang, Minggu lalu, yang mewawancara saya seusai acara. Sayangnya, dia tidak wawancara Ketum PKB karena pamit pulang sebelum tuntas acara," ucapnya.

Perang kata-kata Imin-Romy ini menjadi bahan diskusi netizen. Banyak yang menganggap wajar Imin kesal. Namun, tidak sedikit juga yang berpendapat jika Imin dan Romy itu sama saja, sama-sama berebut posisi menuju Pilpres 2019.

"Ndak papà Cak @cakimiNOW kalau di kampung saya orang nyebut PPP tetap aja P kabeh hehehehe," cuit @ DesaTeropong. "Hehehe.. lucu juga ya dua ketua partai ini, tapi kalau disuruh milih saya pilih Cak Imin," timpal @ beningjatmiko.

Akun @pedang_manthili menganggap Romy dan Imin tak jauh beda. "Keduanya 11-12 ah, tapi dalam pandangan saya ketua PKB masih ada harganya biarpun cuma segitu juga di mata umat Islam keseluruhan...," cuitnya.

Pembandingan dua pentolan partai hijau itu tidak terelakkan. "Setidaknya saya masih percaya PKB tidak menerima ransum buat 2019. Saya curiga pada ketum sebuah partai yang mengerdilkan dirinya dengan mengambil peran sebagai tukang lobi dan buzzer. Apalagi melihat iklannya ada di mana-mana," cuit @NurRotan.

Banyak pula netizen yang berharap agar dua tokoh partai ini kompak mendukung Jokowi meraih kemenangan di Pemilu 2019. "Sesama cebong seharusnya sehati cak," cuit @Trah_Hatta.

Ada juga yang berharap agar dua tokoh ini sama-sama kalah di Pemilu 2019. "Gua pengen keduanya enggak jadi apa-apa. Karena tidak menggambarkan pemimpin Islam, rebutan jabatan memalukan!!!," cuit @WedyaSutan.[dry]


Komentar Pembaca