Takut Ketinggalan Pesawat, Pria di India Bikin Laporan Ancaman Bom

Internasional   Kamis, 21 Juni 2018 | 22:03 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Takut Ketinggalan Pesawat, Pria di India Bikin Laporan Ancaman Bom - Kantorberitapemilu.com

Maskapai Indigo/Net

KBPRI. Candaan teror bom di pesawat nekat dilakukan seorang pria India. Akibatnya, ia pun ditahan karena membuat laporan palsu tentang ancaman bom dalam pesawat yang hendak lepas landas. Alasannya, pria tersebut mengaku sengaja membuat laporan palsu karena takut ketinggalan pesawat.

Dikutip dari laman Hindustan Times, Kamis (21/6), laporan ancaman bom diterima pusat panggilan maskapai penerbangan IndiGo pada Selasa (19/6). Laporan yang diterima sekitar pukul 05.30 itu menyebut adanya bom dalam pesawat untuk penerbangan dari Jaipur menuju Mumbai.

Laporan itu kemudian diteruskan ke Komite Penaksiran Ancaman Bom. Pihak berwenang yang melakukan investigasi menyatakan telepon tersebut sebagai ancaman bom spesifik.

Meski ada laporan tersebut, penerbangan IndiGo tersebut tetap terbang dan dapat mendarat dengan selamat di Mumbai pukul 06.55 pagi waktu setempat.

"Pusat panggilan IndiGo menerima telepon sekitar pukul 05.30 pagi dari orang tak dikenal yang menyebut adanya ancaman bom di penerbangan 6E 218 dari Jaipur menuju Mumbai."

"Kami segera melaporkan masalah ini ke Komite Penaksiran Ancaman Bom (BTAC) dan menjalankan semua protokol keamanan yang ditetapkan."

"Pihak berwenang melakukan penyelidikan dan menyatakan panggilan itu sebagai ancaman bom spesifik. Setelah mendapat izin, operasi penerbangan dilanjutkan seperti biasa," kata maskapai IndiGo dalam pernyataannya.

Hasil penyelidikan pihak berwenang kemudian mengidentifikasi Mohit Kumar Tank, seorang warga Jaipur, sebagai pelaku pembuat laporan palsu.

Tank, yang berprofesi sebagai koreografer, mengaku membuat panggilan palsu tersebut karena takut ketinggalan pesawat. "Maskapai terkait kemudian menelepon penumpang yang ketinggalan penerbangannya itu dan meyakinkan bahwa dia akan mendapat tiket untuk penerbangan berikutnya."

"Namun ketika penumpang itu tiba di Bandara Jaipur, Pasukan Keamanan Industri Pusat (CISF) menginterogasi pelaku. Dia kemudian diserahkan ke polisi Sanganer untuk penyelidikan lebih lanjut," kata seorang pejabat bandara. [tsr]


Komentar Pembaca