Pemilu India

Hoax Kian Marak Jelang Pemilu India, Polisi Patroli Keliling Desa

Internasional   Jumat, 22 Juni 2018 | 17:56 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Hoax Kian Marak Jelang Pemilu India, Polisi Patroli Keliling Desa - Kantorberitapemilu.com

Rema Rajeshwari/Net

KBPRI. Jelang pemilihan umum (pemilu) India 2019 mendatang, kekhawatiran mengenai berita bohong (hoax) semakin meningkat. Pesan yang dipolitisasi dapat menyebabkan lebih banyak kekerasan.

Ini juga akan memicu ketegangan antara Hindu-Muslim yang lebih luas lagi, dan memicu kerusuhan agama. Partai nasionalis Hindu Perdana Menteri Narendra Modi sedang menghadapi dukungan yang makin menurun. Sementara partai-partai oposisi berencana untuk menggabungkan kekuatan untuk mengalahkannya.

Polisi wanita India, Rema Rajeshwari mengatakan, dia melihat lonjakan pesan di negara bagian Karnataka. Ia khawatir pesan dan hoax semakin meningkat menjelang pemilihan nasional.

Tetapi sesuatu yang mengejutkan terjadi di sini. Kampanye pendidikan Rajeshwari tampaknya berhasil. Belum ada kematian terkait hoax di lebih dari 400 desa setelah di bawah kendalinya di negara bagian Telangana di Selatan. Pada saat pemerintah di seluruh dunia bergulat dengan hoax, upaya Rajeshwari menawarkan penangkal lokal terhadap fenomena global.

Imbas desas-desus medsos, warga pedesaan di India melakukan patroli dan mencari orang-orang yang tak mereka kenal. Ada hoax yang akhirnya bisa membuat warga membunuh seseorang yang dicurigai.

Pada Mei dan Juni saja, setidaknya ada enam orang tewas dalam serangan massa di Assam Timur, Maharashtra Barat dan Tamil Nadu selatan. Lagi-lagi tragedi itu terjadi akibat hoax melalui WhatsApp. Ada juga ketegangan yang memuncak atas kelompok-kelompok Hindu yang telah menargetkan dan membunuh Muslim akibat hoax.

"Anda melihat pesan-pesan ini, foto-foto, dan video ini, tetapi Anda tidak memeriksa apakah itu asli atau palsu, Anda hanya meneruskannya," kata Rema dilansir Bloomberg Kamis, (21/6).

"Jangan menyebarkan pesan-pesan ini. Dan ketika orang asing datang ke desa Anda, jangan menghukum mereka di tangan Anda, dan jangan bunuh mereka," tambahnya. [tsr]


Komentar Pembaca