Pemilu 2019

Gaet Artis, Parpol Pragmatis Tutup Pintu Kader Militan dan Aktivis

Pileg   Jumat, 22 Juni 2018 | 18:52 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Gaet Artis, Parpol Pragmatis Tutup Pintu Kader Militan dan Aktivis - Kantorberitapemilu.com

Tina Toon dan Megawati Soekarnoputri/Net

KBPRI. Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai, masih banyak partai politik (parpol) berwatak pragmatis di tingkat lokal seperti DKI.

Salah satu cirinya, dengan menjaring artis yang cenderung telah memiliki nama besar dan kemampuan logistik. Khususnya, untuk diusung sebagai bakal caleg (bacaleg) pada Pemilu 2019 mendatang. Selain artis, parpol pragmatis juga menjaring pengusaha untuk ikut menjadi bacaleg.

Salah satu parpol berkarakter pragmatis seperti yang disebutkan Emrus adalah PDIP. Terbaru, PDIP bakal memfasilitasi mantan penyanyi cilik Tina Toon sebagai caleg di Pemilu 2019.

Termasuk pengusaha yang juga mantan politisi PAN Chico Hakim. Selain PDIP, PKS juga mengaku telah menerima pendaftar dari kalangan artis hingga ustas untuk berkontestasi di DKI.

Menurut Emrus, kenyataan tersebut adalah bukti bahwa parpol masih berwatak pragmatis. Pasalnya, mereka tidak membuka kesempatan luas bagi kader militan atau aktivis parpol yang telah berjuang dari bawah.

"Hal ini menunjukan parpol tidak memberi ruang bagi kader-kader militan tetapi membuka kesempatan bagi pihak luar yang tiba-tiba datang dengan bermodal nama besar dan kekuatan logistik. Tidak sehat bagi internal parpol karena bisa muncul kecemburuan sosial," kata Emrus, di Jakarta, Jumat (22/6).

Belum banyak kalangan artis yang menduduki kursi DPRD DKI. Untuk periode 2014-2019 praktis hanya mantan vokalis grup Shaden, alias Nuri Shahden, yang sekarang ini duduk di Komisi E.

Sementara di tingkat nasional, sudah banyak kalangan selebriti yang lolos ke parlemen namun hanya segelintir saja yang berhasil menunjukkan kualitas.

Emrus menambahkan, watak pragmatisme parpol cenderung menjaring pengusaha atau tokoh masyarakat yang memiliki modal nama besar dan logistik sebagai caleg. Padahal kalau diuji, kualitasnya belum tentu sebagus kader asli dari parpol tersebut.

"Mau artis, profesional, akademisi, idealnya dimulai dari bawah dulu, menunjukan bahwa mereka itu kader militan yang punya semangat sesuai visi-misi parpol. Jangan ujug-ujug datang lantas diusung, ini watak pragmatis untuk mendulang kursi, dan tentu tidak baik dalam pembangunan demokrasi di internal parpol sendiri," katanya.

Dia khawatir, jika parpol terus-menerus menjadikan partai kader hanya sebatas slogan maka ke depan sosok-sosok yang diusung malah menjadi beban bagi parpol tersebut dan rakyat yang memilih, meskipun jika bicara kualitas cenderung relatif.

"Yang harus diperhatikan juga dari segi kepentingan produktivitas legislasi, meskipun serba relatif kapabilitas untuk itu, tetapi nanti bisa menjadi beban partai dan rakyat yang memilih," ujarnya.

Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi mengaku PDI-P bakal mengusung Tina Toon dan Chico Hakim di DKI nanti. Hal yang sama juga dilakukan PKS, karena Wakil Ketua DPRD Triwisaksana mengaku kebanjiran pendaftar dari kalangan artis dan tokoh agama. Sedangkan pimpinan DPRD dari Fraksi Gerindra M Taufik mengaku parpolnya sedikitnya menerima lima orang pendaftar dari parpol lain yang siap masuk Gerindra. [tsr]


Komentar Pembaca