Pilgub Kalimantan Barat 2018

Butuh Kopi Obat Ngantuk, Kakek 61 Tahun Tenggak Tinta Sidik Jari

Pilkada   Rabu, 27 Juni 2018 | 19:21 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Butuh Kopi Obat Ngantuk, Kakek 61 Tahun Tenggak Tinta Sidik Jari - Kantorberitapemilu.com

Mustafa/Net

KBPRI. Akibat mengantuk karena berjaga semalaman di Tempat Pemungutan Suara (TPS), seorang anggota Linmas bernama Mustafa tanpa sengaja meminum tinta sidik jari pemilihan. Tepatnya di TPS 01, Kelurahan Sungai Jawi Luar, Pontianak Barat, Kalimantan Barat.

"Iya saya tak sengaja minum tinta. Ada satu teguklah," ujar pria 61 tahun ini kepada wartawan di lokasi kejadian, Rabu (27/6).

Warga Gang Bunut, Pontianak Barat ini mengaku tak sengaja minum tinta tersebut sekira pukul 11.00 WIB. Saat itu, kondisi TPS tengah padat pemilih.

"Saya ngantuk, lalu ingin minum kopi. Gelas kopi di samping wadah (bekas mineral gelas) yang berisi tinta. Karena saya ngantuk dan sambil memandang ke jalan, ada pemilih yang datang, saya terpegang wadah tinta. Lalu terminum lah. Ada seteguk," jelas Mustafa.

Setelah tertelan, Mustafa baru menyadari rasa pahit itu bukan kopi. Melainkan tinta yang mengandung 40 persen alkohol, 3-4 persen silver nitrat, 2 persen gentian violet, 35 persen IPA dan aquades 25 persen.

"Saya langsung muntahkan sebisa mungkin. Berludah terus. Mungkin ada ratusan kali. Selama berludah, air liur saya warna biru," paparnya.

Setelah menelan tinta, Mustafa mengaku, badannya langsung gemetaran. Ia kemudian diberi asupan gizi dari makanan oleh petugas TPS lainnya, agar segera pulih. "Sekarang saya batuk-batuk. Mau berobat, untuk sementara belum ada uang," ucapnya.

Buruh bangunan ini mengaku, sudah enam kali menjadi anggota Linmas di TPS pada setiap pemilihan. Namun, baru kali ini ia tak sengaja minum tinta. Terlihat di sekujur tubuhnya penuh dengan bercak tinta. "Intinya saya tak tidur berjaga. Kalau kita tidur, itu bukan kerja namanya," pungkas kakek tersebut. [tsr]


Komentar Pembaca