PILKADA LAMPUNG

Tiga Cagub Desak Bawaslu Bongkar Politik Uang

Pilkada   Kamis, 28 Juni 2018 | 10:53 WIB | LAPORAN: Hendry Ginting

Tiga Cagub Desak Bawaslu Bongkar Politik Uang - Kantorberitapemilu.com

Ilustrasi/net

KBPRI. Tiga pasangan calon gubernur Lampung mendesak Bawaslu Lampung dan Sentra Gakkumdu memproses terjadinya dugaan politik uang.

Ketiga pasangan calon itu adalah M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri, Herman HN-Sutono, dan Mustafa-Ahmad Jajuli.

Mingrum Gumay selaku ketua Tim Pemenangan Herman-Sutono mengatakan, pasangan Arinal Djunaidi-Chusnunia (Arinal-Nunik) diduga melakukan politik uang dalam pelaksanaan Pilgub Lampung 2018.

"Ini bukan masalah menang atau kalah namun ini menyangkut kesakralan kontestasi Pilgub Lampung yang dinodai oleh pelanggaran politik uang. Kami akan mengerahkan segala daya dan upaya agar keadilan dapat ditegakkan di Lampung," ujarnya dalam keterangan bersama di Bandar Lampung, Rabu malam (27/6).

Fauzan Sibron, ketua Tim Pemenangan Mustafa-Jajuli menegaskan hal serupa. Menurutnya, setelah berkoordinasi dengan tim pemenangan paslon nomor satu dan dua disepakati bahwa harus ada langkah konkrit untuk mendesak penyelenggara Pilgub Lampung menindak tegas dugaan politik uang.

"Tiga hari menjelang pencoblosan suhu politik Lampung memanas disebabkan dugaan politik uang yang sistematis, terstruktur, dan masif oleh pasangan Arinal-Nunik. Karenanya kami mendesak Bawaslu dan Sentra Gakkumdu untuk segera memproses laporan-laporan yang sudah masuk, misalnya yang terjadi di Kabupaten Lampung Tengah, Pesawaran, Tanggamus, Lampung Selatan, dan Kota Bandar Lampung," papar anggota DPRD Provinsi Lampung tersebut.

Sementara, Ketua Tim Pemenangan Ridho-Bachtiar Fajrun Najah Ahmad menambahkan, Bawaslu dan Sentra Gakkumdu dibatasi oleh waktu dalam menangani setiap laporan terkait pelanggaran Pilgub Lampung 2018. Oleh sebab itu, dugaan politik uang tersebut harus secepatnya dituntaskan.

"Bawaslu dan Sentra Gakkumdu jangan mengulur-ulur waktu. Dugaan politik uang ini sudah terjadi menyeluruh di Provinsi Lampung. Selain laporan di Kabupaten Lampung Tengah, Tanggamus, Pesawaran, Kota Bandar Lampung, dan Kabupaten Lampung Selatan ternyata tim kami di lapangan juga menemukan dugaan politik uang di Kabupaten Pesisir Barat. Besok rencananya akan kami laporkan ke panwas setempat," jelasnya.

Seperti diberitakan Antara, hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, pasangan Arinal-Nunik unggul mengalahkan tiga pasangan lain.

Arinal dan Nunik juga sudah menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan dan bertekad akan makin memajukan dan menjadikan Lampung lebih berjaya ke depan.

Namun beberapa hari menjelang pencoblosan pada hari tenang Pilgub Lampung 2018, sejumlah pihak telah melaporkan indikasi politik uang diduga dilakukan untuk pemenangan Arinal-Nunik. Panwas di wilayah setempat maupun Bawaslu Lampung membenarkan adanya beberapa laporan itu, dan pihaknya tengah memproses. [dry]


Komentar Pembaca