Narkoba dan Begal di Sumut Turun Drastis, Ternyata Ini Kiat Kapolda

Hukum   Kamis, 28 Juni 2018 | 19:22 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Narkoba dan Begal di Sumut Turun Drastis, Ternyata Ini Kiat Kapolda - Kantorberitapemilu.com

Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw dan Kabid Humas Poldasu AKBP Tatan Dirsan Atmaja/KBPRI

KBPRI. Polda Sumatera Utara (Sumut) mengambil langkah tegas guna mengatasi premanisme, kejahatan jalanan dan tindak kriminalitas lain di wilayah hukumnya. Kebijakan ini fokus menjadi perhatian kepolisian, terutama semasa kepemimpinan Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw yang hampir satu tahun menjabat.

"Di sini ada (banyak) begal. Begal punya relevansi dengan narkoba di sini. Kalau  begal tak melukai korban dan tak melawan (ketika ditangkap), lanjutkan proses hukum ke pengadilan. Kalau begal melukai korban dan melawan saat ditangkap, kita ambil tindakan tegas," ujar Paulus kepada wartawan di kantornya, Kamis (28/6).

Tindakan tegas yang dimaksud Paulus, dengan cara melumpuhkan pelaku kriminal menggunakan senjata milik petugas. Bahkan, jajarannya tak segan menembak mati pelaku kejahatan sebagai bentuk diskresi apabila membahayakan nyawa polisi yang bertugas.

Lebih lanjut, menurut Paulus tindakan tegas tidak hanya berlaku pada aksi premanisme dan pelaku kejahatan jalanan. Tapi juga terhadap penyelundupan narkoba. Para bandar yang tertangkap di kawasan Polda Sumatera Utara terutama yang melakukan perlawanan, aparat tak ragu memberikan tindakan tegas terukur.

Langkah ini dinilainya penting diambil, mengingat wilayah Sumatera Utara kerap menjadi lokasi transit atau pintu masuk perdagangan narkoba dari luar negeri ke Indonesia. "Dan kebijakan ini efektif ternyata," jelasnya.

Ucapan Paulus tidak hanya isapan jempol semata. Salah satu warga setempat, Iwan (40), mengaku turut merasakan dampak positif kebijakan tindakan tegas penegak hukum Polda Sumut kepada pelaku kriminal. Menurut warga Binjai itu, kini ia dan warga lain merasa lingkungannya lebih aman, termasuk ketika berpergian malam hari.

"Sangat turun tingkat kejahatan khususnya jumlah (kejahatan) begal sekarang," ungkap pria yang berprofesi sebagai sopir travel tersebut.

Iwan mengungkapkan, sebelum ini sedikitnya dua aksi begal per hari berlangsung di wilayahnya. Kini kejahatan ini turun drastis, bahkan hampir tak pernah terjadi. "Mungkin pada 'tiarap' dulu mereka (begalnya)," tandas perantau asal Purwokerto, Jawa Tengah itu seraya terekeh. [tsr]


Komentar Pembaca

Lalai, Kadishub Samosir Tersangka Tenggelam..

Jumat, 29 Juni 2018 | 04:21

Labuhanbatu Rawan Penyelundupan Narkoba, Ja..

Jumat, 29 Juni 2018 | 01:44

Penodaan Agama Sukmawati Lebih Parah Dari A..

Kamis, 21 Juni 2018 | 23:36

KPK Buka Arsip Lama Kasus KTP El..

Kamis, 21 Juni 2018 | 10:31

ACTA Kembali Uji Materi Aturan Presidential..

Senin, 18 Juni 2018 | 21:23

Novel Baswedan Tagih Janji Jokowi..

Minggu, 17 Juni 2018 | 16:17