Pemilu 2019

Ini Alasan Yusril "Turun Gunung" Ikut Nyaleg

Pileg   Rabu, 18 Juli 2018 | 12:07 WIB | LAPORAN: Tangguh Sipria Riang

Ini Alasan Yusril

Yusril Ihza Mahendra/Net

KBPRI. Yusril Ihza Mahendra rela "turun gunung" demi mencapai ambang batas parlemen atau parliamentary threshold untuk Pemilu 2019 sebesar empat persen.
 
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu pun resmi mendaftar sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) III Jakarta.
 
"Kali ini saya harus turun untuk memperoleh suara sebanyak-banyaknya bagi PBB. Kali ini saya maju dengan harapan supaya mendongkrak suara PBB. Karena minimal untuk ke DPR itu 4 persen," kata Yusril usai mendaftarkan caleg dan menyerahkan dokumen pelengkap di kantor KPU RI, Selasa (17/7) malam.
 
Mantan Menkumham itu punya alasan khusus mengapa memilih dapil III Jakarta. Menurut politisi yang nyaris menjadi Gubernur Jakarta itu, daerah Ibu Kota Negara merupakan pusat pemberitaan media massa. 
 
Selain itu, persaingan di DKI lebih memungkinkan daripada di kampung halamannya di Belitung, Bangka Belitung. Apalagi di Belitung, urainya, ada tiga partai yang menguasai daerah tersebut. Yaitu PBB, PDI Perjuangan, dan Partai Golkar.
 
"Jadi, saya yang sekian lama tidak pernah maju sebagai anggota DPR. Kalau kampanya di Jakarta itu kan jadi bahan pemberitaan dan itu sedikit banyaknya berpengaruh di daerah-daerah. Kalau daerah saya, di Belitung saja, itu dapil maut. Ada tiga kursi dan secara tradisional sudah dibagi ke PBB, PDIP dan Golkar. Selama itu selalu begitu," ungkapnya.
 
Selain itu, Yusril juga menyampaikan, bahwa partainya tidak menempatkan caleg di seluruh dapil DPR RI yang mencapai 80 dapil. Contohnya di Jawa Timur, terang Yusril, meski terdapat jatah 17 kursi, namun PBB hanya menempatkan 12 orang.  
 
Sebelumnya, Yusril juga pernah "turun gunung" saat mendaftar sebagai bakal calon Gubernur (Bacagub) DKI Jakarta tahun 2017 lalu. Saat itu, dirinya menantang Bacagub DKI petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Namun, tidak ada satu pun partai politik yang bersedia mendukungnya saat itu. [tsr]

Komentar Pembaca