Keterpilihan Perempuan Di Pilkada 2018 Cenderung Stagnan

Pilkada   Rabu, 01 Agustus 2018 | 15:38 WIB | LAPORAN: Ruslan Tambak

Keterpilihan Perempuan Di Pilkada 2018 Cenderung Stagnan - Kantorberitapemilu.com

KBP. Pada Pilkada serentak 2018, hanya ada 31 perempuan dari total 342 orang yang terpilih jadi kepala dan wakil kepala daerah (9.06 persen). Angka ini cenderung stagnan jika dibandingkan dengan pilkada-pilkada sebelumnya.

Pada Pilkada serentak 2015, ada 8.7 persen perempuan yang menang, sementara Pilkada serentak 2017, hanya 5.90 persen.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan, data ini menegaskan ketimpangan partisipasi perempuan di Pilkada serentak yang digelar dalam tiga gelombang pada 2015, 2017, dan 2018.

Rekapitulasi hasil Pilkada tiga gelombang itu hanya melahirkan total 92 perempuan kepala dan wakil kepala daerah (8.49 persen). Mereka tersebar di 91 daerah (4 provinsi, 69 kabupaten, dan 18 kota) dari 542 daerah yang menggelar pilkada.

Di Pilkada 2018, sebanyak 14 perempuan terpilih menjadi kepala daerah dan 17 perempuan terpilih menjadi wakil kepala daerah. Mereka terpilih dengan rata-rata kemenangan 46.84 persen.

Perempuan ini menang di 31 daerah (18.13 persen) yaitu di tiga provinsi (satu gubernur, dua wakil gubernur); 19 kabupaten (10 bupati, sembilan wakil bupati); dan sembilan kota (tiga walikota, enam wakil walikota).

Jika dibandingkan dengan 101 perempuan yang mendaftar sebagai calon kepala daerah, hanya 30.69 persen saja perempuan yang bisa memenangkan pilkada.

"Angka keterpilihan ini juga cenderung stagnan dari pilkada ke pilkada. Di Pilkada 2015, angka keterpilihannya 37.1 persen dan di Pilkada 2017 angka keterpilihannya 26.67 persen," ujar Titi Anggraini. [rus]


Komentar Pembaca